Positif yang Negatif?

| |

Kalau diperhatikan, kata positif selalu disangkutpautkan dengan hal-hal yang baik, seperti dermawan, ikhlas, sabar, membantu orang lain, dll. Sementara kata negatif dihubungkan dengan hal-hal yang kurang baik, contohnya mencuri, membunuh, berbuat nakal, mengganggu orang lain, dsb.

Tapi, positif tidak selalu baik dan negatif tidak selalu buruk, walaupun positif selalu benar dan negatif selalu salah.

Dalam bidang kedokteran, misalnya, seorang pasien tidak akan mengharapkan hasil positif, kecuali jika pasien tersebut seorang wanita yang memeriksa kehamilannya. Jika pasien itu seorang pria yang baru saja melakukan tes kanker atau AIDS atau penyakit-penyakit berbahaya lainnya, hasil yang diharapkan tentu saja negatif. Siapa yang mau mendapat hasil tes positif untuk Virus A-H1N1, misalnya? Kecuali jika orang itu memang ingin mati atau ia menderita Munchausen's Syndrome.

Dengan begitu, positif bukanlah hal yang selalu baik dan menyenangkan dan negatif bukan merupakan sesuatu yang selalu buruk. Setiap cerita pasti mempunyai dua sisi, ingat? Tidak terkecuali Positif dan Negatif itu sendiri. Positif mempunyai sisi positif dalam banyak hal (namanya saja 'positif') dan sisi negatif dalam hal-hal tertentu lainnya. Aturan ini berlaku juga untuk kata negatif.

Tidak semua hal baik dan tidak semua hal buruk, tergantung dari mana kita memandang.

0 komentar:

Posting Komentar

.